Tamu Online : 6          WEBMAIL
Home artikel
|
artikel
Halaman ini dibaca : 505 Kali
small fontmedium fontlarge font

HIJRAH DAN SEMANGAT KEBERSAMAAN

Memaknai Makna Hijrah
MEMAKNAI MAKNA HIJRAH
RASULULLAH dan ANAK YATIM
Garam dan Masalah
LAZ DPU KALTIM, 11-12-2010 01:13:22 WITA

Sejarah demi sejarah telah kita lalui, banyak kisah yang telah terlewatkan, namun sedikit di antara kita yang menyadari esensi yang terkandung dalam sejarah yang pernah dilalui, padahal Allah tidak menjadikan suatu peristiwa sebagai pelajaran yang patut diambil dan diingat untuk dijadikan barometer terhadap kehidupan yang akan dijelang termasuk dalam peristiwa hijrah rasulullah. Sejarah Nabi Muhammad Saw bersama para sahabatnya melakukan hijrah dari mekah ke Yatsrib (Madinah sekarang) yang berjarak sekitar 510 km dalam rangka mempertahankan dan melanjutkan risalah perjuangan Al Islam. Peristiwa itu terjadi pada bulan Rab�" al-Awal bertepatan dengan 622 M. Kedatangan Rasul beserta rombongannya disambut hangat kaum anshar dengan shalawat badar. Peristiwa Hijrah ini kemudian ditetapkan sebagai awal perhitungan tahun umat Islam kali oleh Kholifah Umar bin Khotob ra untuk menggantikan penanggalan yang digunakan bangsa Arab sebelumnya.Pemilihan ini didasarkan sebagai taqwim Islam, karena Hijrah Rosululllah saw dan para sahabat merupakan persitiwa paling monumental dalam perkembangan dakwah Islam selanjutnya. Makna Hijrah Perjalanan panjang selalu dimulai dengan satu langkah kecil. Untuk menciptakan suatu perubahan besar tentu dimulai dengan mengubah hal-hal kecil yang menjadi komponen penyusunnya. Tegaknya Islam tentu dimulai dari hijrahnya kita --masing-masing pribadi Muslim-- kembali ke jalan-Nya. Proses hijrah yang dilakukan Rasulullah dan sahabat banyak mengandung nilai-nilai spiritual dan historis yang bisa dijadikan pelajaran. Pada prinsipnya, peristiwa hijrah adalah menumbuhkan kemauan dan tekad untuk berani beralih dari keburukan menuju kebaikan. Sebagai individu seorang muslim, peristiwa hijrah harus dijadikan sebagai barometer moralitas dalam setiap prilaku kesehariannya. Siapapun kita, hendaknya tidak menjadi penyumbat tumbuhnya kemauan dan tekad untuk "berhijrah" menuju ke arah yang lebih baik. Berdasarkan sejarah, Rasulullah saw, ketika datang di Madinah, yang pertama kali beliau lakukan adalah mendirikan masjid, sebagai tempat peribadatan yang juga dimanfaatan sebagai tempat musyawarah. Rasulullah saw kemudian mempersatukan antara golongan Muhajirin dan Anshor Betapa kuatnya persaudaraan yang terjalin diantara mereka hingga Allah memberikan kemenangan dan kemuliaan kepada mereka. Semangat Persaudaraan dan berbagi Semangat hijrah yang harus kita hidupkan berkenan dengan prilaku pribadi dan masyarakat sosial adalah, membangun kembali kesadaran kolektif akan pentingnya kepedulian dan persaudaraan sebagaimana persaudaraan kaum muhajirin dan kaum anshar. Mereka bersatu dalam jalinan ukhuwah, rasa persaudaraan yang suci. Mereka berusaha untuk saling mengerti dan saling membagi. Mereka bahu membahu demi tujuan yang satu yakni menggapai cinta dari Yang Maha Mencinta. Mereka selalu dan dengan senang hati akan membagikan cinta demi mendapatkan cinta dari Allah Swt. Ukuran kebahagiaan mereka waktu itu adalah mereka akan bahagia jika bisa membuat sahabat-sahabatnya bahagia. Kekentalan ukhuwah ini bisa dilihat dari sebuah ilustrasi ketika Abdurrrahman bin Auf r.a dari kelompok Muhajarin dipersaudarakan sengan Sa"ad bin al Rabi" dari Anshar. Seketika Sa"ad r.a. dengan penuh kejujuran dan keikhlasan menawarkan kepada Abdurrahman untuk mengambil separuh dari kekayaanya dan salah seorang dari kedua istrinya. Sikap yang juga harus dikembangkan berkenaan dengan nilai yang ada pada sejarah hijrah adalah sikap berbagi. Bagaimana tidak, ketika kaum Muhajirin datang, kaum Anshor dengan senang hati mempersiapkan segalanya dalam rangka menyambut sekelompok orang yang belum mereka tahu dan kenal baik, perhatikan terjemahan ayat al-Quran berikut ini: "Orang-orang yang mendiami kampung ini (Madinah) dan beriman sebelum mereka (al-Anshor) mereka mengasihi orang-orang yang hijrah kepada mereka, dan tidak ada dalam hati mereka iri hati (dengki) karena orang-orang Muhajirin mendapatkan harta rampasan, bahkan mereka menutamakan (al-Muhajirin) dari pada mereka sendiri meskipun pada sesuatu yang mereka membutuhkannya, barang siapa yang memelihara dirinya dari sifat kikir, maka mereka itulah orang-orang yang menang" (QS. Al-Hasyr: 9). Hijrah dalam Konteks kekinian Sekurang-kurangnya sekarang ini kita harus berhijrah dengan tiga hal yakni berhijrah dengan hati, berhijrah dengan pikiran dan berhijrah dengan perbuatan. 1. Hijrah dengan hati. Hijrah dengan hati dalam pengertian memulai untuk mensucikan hati. Hanya hati yang sucilah yang mampu untuk menangkap cahaya Illahi. Jadikanlah hati sebagai tempat dan hanya tempat untuk mengagungkan asma-Nya yang begitu indah dan tinggi. Hal ini dimungkinkan jika kita telah mulai berusaha untuk merasakan tatapan Allah setiap saat. Karena itu, dalam melakukan sesuatu usahakan ikhlas karena Allah, sebagaimana sabda nabi "Bahwasanya segala amal perbuatan tergantung pada niat, dan bahwasanya bagi tiap-tiap orang apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya menuju (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu ke arah (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya itu karena dunia (harta atau kemegahan dunia), atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu ke arah yang ditujuinya" (HR. Bukhari) Di samping itu, marilah untuk mengubur sifat sombong dan merendahkan kaum dhuafa karena Allah begitu membenci hamba-hamba-Nya yang bersifat sombong. Mari belajar memperbaiki kekurangan diri untuk dapat menerima kelebihan pihak lain. 2. Hijrah dengan pikiran Hijrah dengan pikiran dapat dilakukan dengan cara mulai belajar untuk selalu berpikir positif. Belajar untuk mencoba menyingkap hikmah di balik peristiwa. Selain itu, jangan cepat mengambil kesimpulan dengan hanya berprasangka. Berpikirlah dengan bijak sebelum bertindak. Gelorakan selalu keinginan untuk belajar dan menambah ilmu. Perkaya diri dengan ilmu. Manfaatkan setiap waktu untuk memperhatikan dan memikirkan fenomena-fenomena yang terjadi. Dengan semakin banyak berpikir tentang keindahan alam semesta maka akan semakin terbuka hikmah akan keindahan Sang Pencipta. 3. Hijrah dengan perbuatan Adapun hijrah dengan perbuatan adalah mulailah memperbaiki mutu dari setiap tindakan dan perbuatan. Mari mulai memperbaiki kualitas pengabdian diri terhadap Allah. Kemudian, perbaiki bentuk komunikasi dengan manusia. Berusahalah berkata dan bersikap dengan bahasa yang lembut, bijaksana dan dapat dipahami. Tumbuh kembangkan sikap empati dan simpati terhadap orang miskin. Tidak kikir untuk berbagi dalam memberi tapi lakukan dengan cinta dan semangat kepedulian. Yakinkan diri bahwa pada dasarnya semua yang dimiliki adalah titipan dan ujian dari Allah Yang Maha Kaya. Dia pasti akan menambah nikmat bagi mereka yang suka berbagi dan sebaliknya amat besar kemurkaan Allah bagi orang yang tidak peduli. Sebarkan salam dan kasih sayang bagi setiap orang. Hiasi hari-hari dengan senyuman. Senyuman damai penuh kesejukan. Bagi cinta dan kasih sayang buat semua. Tidak ada orang yang tidak ingin dicintai. Berikan cinta karena hanya dengan cinta semua bisa bahagia. Perhatikan dan perbaiki sikap kita terhadap sesama manusia dan juga terhadap makhluk lainnya. Berikan selalu yang terbaik dengan cara yang baik pada saat yang tepat dari apa yang ada. Ringankan tangan untuk menolong sesama. Jika sebagai inidividu seorang muslim kita sudah mempunyai semangat hijrah menuju ke arah yang lebih baik. Maka selanjutnya kita tanamkan semangat hijrah itu dalam kehidupan masyarakat sosial sehingga terwujud kehidupan yang aman, tentram dan damai di negeri penuh berkah dalam semangat kebersamaan dan penuh ukhuwah. (SB).

Share



Dikirim oleh : (Sumadi)


ARTIKEL LAINNYA :
06-02-2013 -Solusi Islam Terhadap Marah
05-02-2013 -Nasehat Imam Al-Ghozali
01-02-2013 -Salman Al Farisi, Sang Pencari Kebenaran (Part 1)
31-01-2013 -Ilmu Pembersih Hati
30-01-2013 -Cinta Sesama
   CARI ARSIP ARTIKEL :
Tanggal       Bulan       Tahun     


Kembali ke halaman semula
   
Kembali atas halaman ini
 
Berita Populer

Artikel Terbaru

Top Download
 

free hit counter

Copyright © 2009 - 2011,  All Right Reserved
Alamat Kantor Pusat DPU-KALTIM: Jl. Anggrek bulan No.10 Kompleks Batu Alam Permai, Samarinda ulu, KALTIM
Telp. (0541) 777 3656 / 709 6600, Faks. (0541) 7773656, Email. dpu-kaltim@yahoo.co.id

Halaman ini terbuka dalam waktu : 0.004643 Detik